Tuesday, May 15, 2007

Mengenal Perasaan Anda Lebih Jauh

Perasaan ibarat ranting-ranting pohon;yang mudah patah bila di terpa angin;
Maka jagalah ranting-ranting itu;Agar angin tidak merusaknya
Rizal.syarifuddin
Makna Perasaan
Setiap manusia memiliki perasaan yang mudah berubah. Dari bahagia, sedih, bosan, marah dll, bagaikan ranting-ranting pohon yang mudah patah bila di terpa angin, maksudnya ketika ranting itu patah perasaan kita sedang kalut dan angin symbol dari cobaan,ujian kehidupan.
Perasaan sangat menentukan keberhasilan seseorang, Mengapa ? Karena perasaan yang menentukan seseorang itu merasa bahagia, semangat, sukses, marah, benci dll. Sehingga betapa indahnya hidup seseorang, bila seseorang mampu memahami dan mengendalikan perasaannya. Setiap perasaan yang di alami memiliki makna yang terkandung di balik perasaan yang anda rasakan. Mari kita uraikan makna - makna perasaan tersebut.
Perasaan dan maknanya
  1. Marah, Merasa ketidakadilan
  2. Rasa, bersalah Tidak adil terhadap orang lain
  3. Takut, Sesuatu yang buruk akan terjadi (antisipasi)
  4. Frustasi, Yang di lakukan tidak berhasi; cari cara lain
  5. Kecewa, Apa yang di inginkan tidak terwujud
  6. Sedih, Kehilangan sesuatu yang berharga
  7. Kesepian, Butuhkan relasi/interaksi yang bermakna
  8. Rasa tidak mampu, Ada yang salah dengan diri sendiri
  9. Rasa bosan, Bertumbuh atau tantangan
  10. Stress, Terlalu banyak yang harus dikerjakan
  11. Depresi, STOP ! Jangan di teruskan. Terlalu menyakitkan
Mengelolah Perasaan
Sudah anda ketahui, bukan ?. Sebagian kecil makna persaan dalam diri kita yang di uraikan di atas. Apakah anda tahu peran perasaan sangat menentukan proses kehidupan anda ?. So; mulailah membuka diri anda, belajar untuk memahami di setiap peristiwa yang baru saja anda alami ataupun sebelumnya. Intinya ? ketika anda mengalami masalah baik yang berupa perasaan takut, malas, tidak percaya diri dll, anda harus mampu mengendalikannya dengan merusak pola, maksud saya dalam hal ini :
Sebagai contoh :
  • takut menjadi Berani
  • Malas Menjadi Rajin
  • Kurang percaya diri menjadi lebih percaya diri
Rata - rata setiap manusia mengalami kesulitan dalam mengelolah perasaannya. Tapi sebenarnya itu mudah untuk di pahami, asalkan anda mau membuka diri anda untuk belajar memahami perasaan diri anda maupun perasaan orang lain.
Perhatikan Contoh berikut :
coba anda bayangkan, Bos anda sedang memarahi/memaki anda. " bisa saya pastikan, di hati anda merasakan perasaan benci dan marah pada bos anda, bukan ?".
Lalu bagaimana mengatasinya
Bayangkan anda dan bos anda berada di dalam sebuah garis lingkaran, Coba anda melangkah 1 langkah kesamping dan keluar dari lingkaran tersebut. Dan posisikan diri anda sebagai penonton. Anda tahu maksud saya bukan ?. Bayangkan anda menonton sebuah Film layar lebar dan dalam adegan di film itu adalah "Bos anda sedang memarahi/memaki anda"
Saya bisa pastikan. Di dalam hati anda akan tersenyum dan mengatakan "Gitu aja kok marah"
Inilah yang saya maksudkan dengan yang namanya Merusak Pola
Bila anda tidak yakin dengan contoh diatas, coba ada praktekan sewaktu-waktu ketika anda berada dalam posisi tersebut. Saya yakin anda pasti berpendapat yang sama dengan saya.
Apa yang terjadi bila anda mampu mengelola perasaan anda ?
Coba anda perhatikan orang-orang yang sukses yang perna anda kenal selama ini. Apakah mereka tempramental ? Pasti tidak. Merekan mampu mengendalikan diri walaupun mereka berada dalam tekanan, dan mereka mampu memahami kemauan orang lain sehingga mereka di senangi banyak orang.
Banyak hal yang akan anda dapatkan bila anda mampu mengelola perasaan anda, Diantaranya :
Anda akan Lebih ?
Kreatif
Berani mengambil resiko
komitment
Tanggung jawab
Visi
Kemampuan merasakan
Kemampuan membaca situasi
Inisiatif
Sensitif
Merasakan dan melihat dengan mata hati.
Sekarang, semua kembali kepada anda, dan keyakinan anda untuk berubah. Apakah anda mau selamanya di jajah oleh perasaan anda sendiri ?, ataukah anda yang menajdi Tuan pada perasaan anda !! Saya serahkan kepada anda untuk memilih yang mana.

Bagaimana Mengatasi Masalah Dengan Bos

Pembenaran Vs Kebenaran


Lagi asik-asik tidur di temani mimpi yang aneh-aneh ( kecebur di kali maksudnya ), tiba-tiba jam weker Anda berbunyi dan pada saat itu Anda ternyata sudah hampir terlambat 5 menit untuk kekantor. Di waktu yang bersamaan ternyata anak Anda harus segera di antar kesekolah ?, Apa yang harus Anda lakukan ? bingung bukan ? Dan kantor Anda memiliki peraturan yang super ketat, apalagi dengan yang namanya terlambat. Pasti kenah teguran besar deh. Setelah mengantarkan anak Anda kesekolah, tiba-tiba di perjalanan kendaraan yang Anda gunakan mogok (wao........ 12345 capek deh ). Bisa saya tebak, perasaan Anda pasti campur aduk, bukan ? Setibanya Anda di kantor dengan muka kusam dan berkeringat, ternyata bos Anda sudah menunggu di depan pintu masuk !, dan yang mengagetkan ternyata Anda sudah terlambat.


Apa yang harus Anda lakukan agar supaya bos Anda memaklumi peristiwa yang baru saja Anda Alami ?

Apa yang harus Anda katakan kepada bos Anda ?

Pada kasus ini, rata-rata para karyawan tidak memahami, bagaimana mengatasi masalah-masalah yang terkadang sudah menjadi rutinitas keseharian kita. Sebelumnya saya ingin bertanya kepada Anda, Apakah Anda tahu perbedaan antara Pembenaran dan Kebenaran ? saya yakin sebagian besar dari Anda sudah mengetahuinya. Namun, yang jadi pertanyaanya adalah mengapa tanpa sadar kita masih cenderung menggunakan kalimat-kalimat pembenaran dalam mengakui sebuah kebenaran ?


Pembenaran adalah simbol atau kalimat yang sebenarnya benar tapi di susun dengan kalimat yang berbelit-belit, dan terkadang di tambah-tambahkan. Sedangkan kebenaran ya kebenaran. dan tahu tidak ? kalimat yang mengandung suatu kebenaran memiliki kekuatan dalam menghadapi masalah-masalah yang memusingkan otak Anda. Sebagai contoh kita ambil pada kasus di atas.


Kalimat pembenaran


Apa yang harus Anda katakan kepada bos Anda agar tidak meneriman teguran ?


Anda mengatakan ” Maaf pak, saya datang terlambat. karena saya telat bangun sehabis semalaman mengerjakan tugas kantor, apa lagi saya sebelum ke kantor saya mengantar anak saya kesekolah terlebih dahulu. Dan di perjalanan tiba-tiba motor saya mogok pak !.Bos Anda berkata ”Saya tidak mau tahu ”, ” Kenapa tidak menelpon sebelumnya ? ” jelas tidak terpikirkan oleh Anda, bukan ? dan pada akhirnya Anda menerima teguran dari bos Anda.


Mengapa hali ini bisa terjadi ? padahal Anda sudah berkata yang sebenar-benarnya ? Memang betul apa yang Anda katakan, tetapi dalam pikiran bos Anda jelas akan menganggap ucapan yang Anda katakan adalah tidak benar atau dengan kata lain mengada-ngada.



Kalimat Kebenaran


Anda bisa mengatakan ” Maaf Pak, saya terlambat. Dan saya terima konsekuensinya”.


Coba Anda bandingakan kedua kalimat di atas !. Bagaimana menurut Anda ? Sebagaii saran saya Adalah biasakan menggunakan kalimat kebenaran dalam melakukan suatu komunikasi, agar tidak terkesan melebih-lebihkan.


Bagaimana Mengatasi Masalah dengan bos Anda.


  1. Anda harus tenang, Kontrol emosi Anda pada saat itu.

  2. Perhatikan bahasa tubuh, Intonasi suara dan kata-kata Anda.

  3. Gunakan kalimat kebenaran agar tidak terkesan mengada-ngada

  4. Pada dasarnya Bos Anda tidak menyukai bantahan, so dalam memberikan masukan atau bantahan, gunakan bahasa yang tidak langsung memberikan kesan bahwa apa yang dia katakan itu salah. Dengan kata lain gunakan kalimat yang memberikan dia pilihan.


Selamat Mencoba